RACUN SEMANGAT HIDUP

*💕KAJIAN ISLAM💕*

*_💕”Sebotol Racun untuk Semangat Hidup”_*

*_💕Seorang Pria mendatangi Seorang Sufi yang diseganinya,_* *_“Tabib, Saya bosan Hidup. Rumah tangga berantakan. Usaha kacau. Saya ingin Mati Saja.”_*

*_💕Sang sufi Tersenyum,_* *_“Oh, Kamu pasti sedang sakit, dan Penyakitmu pasti bisa Sembuh.”_*

*_💕“Tidak Sufi, tidak. Saya sudah tidak ingin Hidup lagi, Saya ingin mengakhiri Hidup Saya ini saja,” Tolak Pria itu._*

*_💕“Baiklah kalau memang itu keinginanmu. Ambil Racun ini. Minumlah Setengah Botol Malam ini, Sisanya Besok Sore jam 6. Jam 8 Malamnya Engkau akan Mati dengan Tenang.”_*

*_💕Pria itu Bingung. Pikirnya setiap Sufi yang Ia pernah datangi Selalu memberikannya Semangat Hidup. Tapi yang ini sebaliknya dan Justru Menawarkan Racun._*

*_💕Sesampainya di Rumah, Ia Minum Setengah Botol Racun yang diberikan Sufi tadi. Ia memutuskan Makan Malam dengan Keluarga di Restoran Mahal dan memesan Makanan Favoritnya yang sudah lama Tidak pernah Ia lakukan._*

*_💕Untuk meninggalkan Kenangan Manis, Ia pun Bersenda Gurau dengan Riang bersama Keluarga yang diajaknya. Sebelum Tidur pun, Ia Mencium Istrinya dan Berbisik, “Sayang, aku Mencintaimu.”_*

*_💕Besok Paginya dia Bangun Tidur, membuka Jendela Kamar dan Melihat pemandangan di luar. Tiupan Angin Pagi Menyegarkan Tubuhnya. Dan Ia Tergoda untuk Jalan Pagi._*
*_Pulang ke Rumah, Istrinya masih Tidur_*.

*_💕Ia pun membuat 2 Cangkir Kopi. Satu untuk dirinya, dan Satunya untuk Istrinya_*.

*_💕Istrinya yang merasa Aneh, kemudian_* *_Terheran-heran dan bertanya, “Sayang, apa yang Terjadi? Selama ini, mungkin Aku ada Salah ya. Ma’afkan Aku ya Sayang?”_*

*_💕Kemudian dirinya Mengunjungi ke Kantornya, ia menyapa Setiap Orang. Stafnya pun Sampai Bingung, “Hari ini, Boss kita kok Aneh ya?” Ia menjadi lebih Toleran, Apresiatif terhadap Pendapat yang Berbeda. Ia seperti Mulai Menikmatinya_*.

*_💕Pulang Sampai Rumah jam 5 Sore, ternyata Istrinya telah menungguinya. Sang Istri Menciumnya, “Sayang, Sekali lagi Mohon ma’af, Kalau selama ini Aku selalu Merepotkanmu.” Demikian halnya Dengan Anak-anaknya yang Berani Bermanjaan kembali padanya_*.

*_💕Tiba-tiba, ia Merasa Hidup begitu Indah. Ia Mengurungkan Niatnya untuk Bunuh Diri. Tetapi bagaimana dengan Racun yang Terlanjur Sudah Ia Minum?_*.

*_💕Bergegas Ia mendatangi sang Sufi, dan bertanya Cemas mengenai Racun yang telah sebelumnya Ia Minum kemarin. Sang Sufi dengan Enteng mengatakan, “Buang saja Botol itu. Isinya hanyalah Air Biasa kok. Dan Saya bersyukur bahwa ternyata Kau sudah Sembuh.”_*

*_💕“Bila Kau Hidup dengan Kesadaran bahwa Maut dapat Menjemputmu kapan saja, maka Kau akan menikmati setiap Detik kehidupan Ini_*.

*_💕Maka leburkan “Belenggu Egomu”. Satu kata untukmu, “Bersyukurlah”._* *_Karena itulah Rahasia Kehidupan sesungguhnya. Itulah Kunci Kebahagiaan, dan Jalan Menuju Ketenangan”_*.

*_💕Semoga bermanfa’at_*

💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *