MURSYID

Bila engkau ingin tau siapa sang mursyid itu.. ambillah palu lalu ketok tanganmu sendiri.. lalu kamu pergilah ke orang2 yg kamu anggap pintar disegenap penjuru bumi ini dan tanyakan “Bagaimana rasa sakitnya..?

Atau kamu buat kopi tanpa gula lalu kamu minum.. Tanyakanlah “Bagaimana rasa pahitnya..?”

Atau kamu sedekah dengan ikhlas, lalu tanyakanlah “Bagaimana nikmatnya..?”

Siapa yang bisa menjawab pertanyaan2 itu, berarti dialah sang mursyid.. maka kepadanyalah kamu hendaknya berguru…
—–

Setiap org punya “Guru”. Dan kepada guru itu tiap orang belajar..
Guru yg paling terpandai bagi setiap pribadi manusia diistilahkan dengan “Mursyid” (tempat mencari kepandaian)

Tapi mursyid ini jangan dibayangkan dgn org2 suci, berjenggot, bersurban, tua, atau hafal dalil2..

Mursyid berasal dari kata “RASYID” yg artinya “Cerdas, pandai” (Salah satu asma’ul husna Ar-Rasyid – Maha cerdas pandai)

Sangking pandainya, ia tau semua tentangmu.. tau semua yang kamu fikirkan.. tau semua yg kamu rasakan.. tau semua masalahmu.., tau semua penyakitmu, dsb..

Tak ada manusia yg terbaik yg bisa mengetahui semuanya tentang dirimu kecuali “DIRIMU SENDIRI”

Dirimulah yang bisa menjawab dengan sempurna spt apa rasa sakit terpukul, rasa pahit kopi, rasa nikmat ikhlas, dsb..

Setiap orang diluar sana yang ditanya hanya bisa memberikan jawaban perkiraan, tetapi hanya sang mursyid yang ada pada dirimulah yang bisa memberi penjelasan, pengajaran, pemahaman, dan penjiwaan yg terbaik..

Mursyidmu itulah
Gurumu yg sejati..
Gurumu yg amat dekat..
Gurumu yg tak pernah bohong..
Gurumu yg apa adanya..
Gurumu yg mengajarkanmu utk lebih baik kedepan..
Gurumu yg tak pernah menjelek2an org lain..
Gurumu yg paling amat mengerti siapa dirimu..
Gurumu yg amat menyayangimu..
Gurumu yg tak pernah meminta imbalan apa2..
Gurumu yg selalu menemanimu kapan saja dan dimana saja..

Tetapi Guru sejatimu itu juga yg sering engkau LUPAKAN..
—–

Perlu saudara, sahabat dan keluargaku sekalian ketahui, bahwa apapun ilmu yang engkau tanya atau dapati dari orang2 diluar sana…semuanya hanyalah “KULIT” luarnya saja..

Sebelum ilmu itu kamu bisa ketahui “RASANYA”, maka ilmu itu belum “SEMPURNA”

Sama seperti engkau melihat dan mengenali buah mangga.. warnanya hijau, baunya ranum, dsb.. itu hanya “Kulit”
Sebelum engkau mengecap “Rasanya”, maka pengetahuanmu tentang mangga itu “Belum sempurna”

Yang bisa mengetahui rasa mangga itu semanis atau se-asam apa.. hanyalah “Dirimu Sendiri”
Walaupun 1 mangga itu dicicipi oleh banyak orang, tetapi rasa yang engkau pribadi dapati sendiri, “ITULAH YANG PALING BISA DIPERCAYA”

*Smoga Bermanfaat🙏🙏🙏

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *