HANYA TITIPAN

Selama ini nikmat Allah sangat banyak bagi kita namun kebanyakkan dari kita pasti menuntut pemberian lebih dari apa yang diinginkan. Usaha, doa dan tawakal merupakan kunci keberhasilan dalam melakukan sesuatu. Allah telah menciptakan manusia untuk senantiasa bertaqwa kepada syariat agama Islam. Selain itu titipan berupa harta benda dan kekayaan merupakan cobaan bagi hamba Allah. Harta akan habis jika kita meninggalkan. Kekayaan akan musnah ketika kita mulai bangkrut. Pangkat tak akan kekal ketika sudah meninggal. Hanya gelar almarhum lah yang terpakai ketika meninggal dunia. Janganlah berbangga karena memiliki harta berlimpah. Justru itu semua merupakan cobaan dari Allah. Seperti dalam kisah Nabi Ayub yang diberikan cobaan Allah secara bertubi-tubi. Nabi Ayub senantiasa bertaqwa kepada Allah. Walaupun pada saat itu hewan ternaknya ludes habis terkena wabah, tubuhnya penuh penyaki, anak-anaknya mulai meninggalkan ini. Beliau diuji dengan tanaman gersang tak dapat tumbuh. Hanya istrinya yang selalu menemani Nabi Ayub selama ini. Berkat kegigihannya dalam beribadah kepada Allah, akhirnya Nabi Ayub dapat kembali kepada keadaan semula. Yakni keadaan menjadi nabi yang kaya raya akan hasil tanam dan kekuasaan nya. Nabi Ayub selama diberi cobaan tak pernah mengeluh, hanya senantiasa memohon ampunan kepada Allah swt. Dari kisah diatas kita sebagai makhluk Allah yang dititipi harta harus senantiasa bersyukur dan tak mengeluh atas apa yang telah diberikan Allah. Karena suatu saat harta dan kekayaan yang kita miliki akan diambil oleh Allah suatu saat. Selalu berusaha menjadi hamba yang tak pernah mengeluh akan takdir. Jadi jangan heran jika suatu saat orang yang terlihat kaya raya akan jatuh miskin. Bahkan sebaliknya orang miskin dapat menjadi kaya karena kegigihan dalam berusaha menjadi hamba yang terbaik di hadapan Allah.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *