PINTAR DUNIA PINTAR AKHIRAT

Gak usah sedih kalo kita (saya, dan mungkin juga anda) ternyata biasa-biasa aja, gak jago-jago amat dalam perkara dunia.

Sedih itu kalo kita BODOH dalam perkara agama, perkara akhirat.

Tauhid gak paham, Syirik gam mudheng. Gak bisa bedain mana Sunnah dan mana Bid’ah.

Syirik dikira Tauhid dan Bid’ah dikira Sunnah.

Gak tau mana yang haram dan mana yang halal.

Sejatinya orang yang biasa-biasa dan mereka yang pinter banget dalam hal dunia itu sama aja di sisi Allah, Sama-sama hina, nilainya gak lebih gede dari sayap seekor nyamuk.

Yang membedakan, terpuji dan tinggi di pandangan Allah itu kalo seseorang berilmu dalam perkara agama (dan juga mengamalkannya).

Sebagaimana Firman-Nya:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

_”Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu (agama) beberapa derajat.”_

(QS. Al-Mujadilah : 11)

Dalam ayat lain, Allah menyatakan bahwa ia yang paling mulia di sisi-Nya adalah ia yang paling bertakwa.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

_”Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kalian.”_

(QS. Al-Hujurat : 13)

Ayat tentang bertakwa ini tidaklah bertentangan dengan ayat tentang keutamaan berilmu agama. Karena secara logika, gak mungkin seseorang bisa bertakwa kalo dia gak belajar, gak punya ilmu agama yang benar.

*Bertakwa kepada Allah itu butuh Ilmu*, butuh penjelasan mana yang termasuk amalan ketakwaan, manapula amalan yang (disangka) ketakwaan (dan sayangnya, kebanyakan manusia banyak yang terjatuh pada jenis yang kedua).

So, balik lagi ke awal, sedihlah kalo kita bodoh perkara agama, gak paham perkara akhirat.

Pintar dalam perkara dunia baru terpuji jika kemampuan tersebut kita niatkan, kita gunakan untuk meraih pahala akhirat, menjadikan kita lebih bertakwa.

Kalo cuma sekedar jago, sekedar pintar, sekedar berskill, sekedar berprestasi saja, maka kita ndak ada bedanya dengan mereka yang tidak beriman.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *