Barokah atau berkah adalah kondisi yang diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan berbagai kebaikan dalam hidupnya…

Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatanmu kepada Allah Azza wa Jalla dengan segala keadaan yang ada, baik berlimpah atau sebaliknya…

Barokah itu: _albarokatu tuziidukum fii thoah_ Barokah itu menambah taatmu kepada Allah.

Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub AS, sakitnya menambah taatnya kepada Allah Azza wa Jalla..

Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya hanya pendek tapi dahsyat taatnya seperti Syuaib bin Umar…

Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah memiliki keutamaan di hadapan Allah Azza wa Jalla tiada banding tiada tara…

Makanan barokah itu bukan yang sangat lezat dengan komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat kepada Allah Azza wa Jalla setelah selesai makan…

Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah yang mampu menjadikan seseorang ikhlas meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal…

Penghasilan barokah juga bukan gaji yang besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia mampu menjadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut…

Anak-anak yang barokah bukanlah mereka terlihat lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar dan mempunyai pekerjaan atau jabatan hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak mereka tak henti-hentinya mendo’akan kedua orang tuanya…

Parameter hidup barokah adalah ketaatan dan kesabaran. Jika kehidupan kita senantiasa dihiasi oleh ketaatan dan kesabaran maka hakikatnya kita telah mampu meraih hidup barokah…

Dunia tidak hanya berisi kesenangan, keindahan, dan kebahagiaan, tetapi juga berisi cobaan, kesusahan, dan kesengsaraan. Bahkan, dikatakan bahwa kehidupan di dunia ini adalah ujian ketaatan dan kesabaran…

Jangan sekali pun kita menyangka bahwa ketika kita hidup senang dan bahagia, semua itu akan terus kita rasakan tanpa ada cobaan sama sekali. Akan tetapi, layaknya roda yang berputar, kadang di atas, kadang di bawah, begitulah kebahagiaan dan kesedihan, kemudahan dan kesusahan, akan terus silih berganti menerpa kehidupan manusia…

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَتِلۡكَ ٱلۡأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ ٱلنَّاسِ

“Dan hari-hari (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia.”

(QS. Ali ‘Imran: 140)

Menghadapi kenyataan seperti ini, hendaklah seorang hamba berbekal dengan dua sikap untuk meraih hidup yang barokah, yaitu bersabar dan bersyukur. Dia bersabar ketika mendapatkan cobaan dan ujian, dan bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan dari Allah Azza wa Jalla. Apabila kedua sikap ini telah dilakukan oleh seorang hamba, berarti dia telah meraih tanda-tanda keberkahan…

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang apabila diberi nikmat oleh Allah Azza wa Jalla kita bersyukur; apabila diberi cobaan, kita bersabar; apabila khilaf melakukan dosa, kita segera beristighfar…

Sesungguhnya tiga hal ini adalah tanda keberkahan seorang hamba dan tanda kesuksesannya di dunia dan akhiratnya.”

(al–Wabilash-Shayyib1/11, melalui Maktabah Syamilah)

WhatsApp us