JIKA ITU AKU

*Jika Imam Syafi’i* merasa mendapat bencana saat melihat betis gadis yang tak sengaja tersingkap, *Aku malah merasa* mendapat nikmat meski tak diungkap.

*Jika Umar* menginfakkan kebun yang membuatnya ketinggalan shalat ashar, *Aku malah* biasa saja berulang kali tertinggal meski azan terdengar.

*Jika Urwah bin Zubair* tak terganggu salatnya saat pisau bedah mengamputasi kaki, *Aku bahkan* terganggu hanya karena nyamuk yang menggigit ibu jari.

*Jika ‘Aisyah* menyesali mengatakan _“Shafiyah Si Pendek”_ yang bisa mengubah warna lautan, *Lalu bagaimana dengan gunjingan dari mulutku?* Mungkin bisa membuat seluruh samudra menjadi busuk dan pekat kehitaman.

*Jika Umar bin Abdul Azis* bergetar menahan istrinya berbicara di ruangan yang diterangi pelita minyak yang dibiayai negara, *Aku malah* keasyikkan menggunakan fasiltas perusahaan seakan milikku saja.

*Jika serpihan pagar kayu rumah orang* yang dijadikan tusuk gigi bisa membuat “Sang Kyai” tertahan untuk masuk surga, *Aku malah* woles saja menikmati mangga hasil jarahan kebun tetangga.

*_Sudah begitu … pede pula meminta surga._*
Astaghfirullah!

_Memang hari ini dunialah yang nyata dan akhirat hanya cerita. Namun sesudah mati, akhiratlah yang nyata dan dunia hanya tinggal cerita._

WhatsApp us