BERSABAR DAN BERLAPANG

Hidup dan kehidupan kita di dunia ini Allah Azza wa Jalla yang mengatur. Kita hanya menjalaninya, orang lain akan mengomentari. Boleh saja komentarnya baik dan boleh juga konentarnya buruk…

Sebaik apapun kita, Sunnatullah-Nya pasti ada yang menyukai dan pasti ada juga yang membenci…

Imam Syafi’i berkata,

ما أحد الا وله محب ومبغض, فان كان لا بدّ من ذلك, فليكن المرء مع أهل طاعة الله عز وجل.

“Setiap orang pasti ada yang mencintai dan ada yang membenci. Hendaklah selalu bersama orang-orang yang taat kepada Allah Azza wa Jalla”.

(Mawa’idh Imam syafi’i).

Manusia terbaik di muka bumi adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, paling baik akhlaknya. Bagus wajah dan penampilannya. Paling sabar menghadapi manusia,
Tetap saja ada yang membenci…

Kita diperintahkan untuk bersabar dalam situasi bagaimanapun. Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

“صبرا جميلا ما أقرب الفرجا..

“Bersabarlah yang baik maka kelapangan itu begitu dekat.

من راقب الله في الأمور نجا..

Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dalam urusannya maka dia pasti akan selamat.

من صدق الله لم ينله أذى..

Barang siapa yang yakin dengan Allah Azza wa Jalla, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan.

و من رجاه يكون حيث رجا..”

Barangsiapa berharap kepada Allah Azza wa Jalla maka Allah Azza wa Jalla pasti akan memberi pertolongan.”

(Kitab Tafsir Ibnu Katsir 8/432)

Pahala kesabaran itu sangatlah besar, bahkan karena sangat besarnya tidak ada timbangan yang mampu menampung pahala orang yang bersabar…

Mengapa Allah Azza wa Jalla menyulitkan kehidupan para Nabi dengan berbagai ujian setelah mereka berdakwah?

Padahal sangat mudah bagi Allah Azza wa Jalla untuk menjadikan semuanya beriman dalam sekejap mata…

Karena Allah Azza wa Jalla ingin memberikan pahala yang maksimal kelak di akhirat kepada mereka yang mampu bersabar…

Kalau semuanya serba mudah, dari mana kita akan menjemput pahala kesabaran?

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

(Q.S. Al Baqarah: 155).

Sesungguhnya kesabaran itu merupakan tanda kebahagian seorang hamba di hadapan Allah Azza wa Jalla…

Dunia tidak hanya berisi kesenangan, keindahan, dan kebahagiaan, tetapi juga berisi cobaan, kesusahan, dan kesengsaraan. Bahkan, dikatakan bahwa dunia adalah negeri cobaan dan ujian…

Jangan sekali pun kita menyangka bahwa ketika kita hidup senang dan bahagia, semua itu akan terus kita rasakan tanpa ada cobaan sama sekali. Akan tetapi, layaknya roda yang berputar, kadang di atas, kadang di bawah, begitulah kebahagiaan dan kesedihan, kemudahan dan kesusahan, akan terus silih berganti menerpa kehidupan manusia…

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَتِلۡكَ ٱلۡأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ ٱلنَّاسِ

“Dan hari-hari (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia.”

(QS. Ali ‘Imran: 140)

Menghadapi kenyataan seperti ini, hendaklah seorang hamba berbekal dengan dua sikap, yaitu bersabar dan bersyukur. Dia bersabar ketika mendapatkan cobaan dan ujian, dan bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan dari Allah Azza wa Jalla. Apabila kedua sikap ini telah dilakukan oleh seorang hamba, berarti dia telah memiliki tanda-tanda kebahagiaan. Tanda-tanda kebahagiaan itu ada tiga. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
“Semoga Allah menjadikan Anda termasuk orang yang apabila diberi nikmat oleh Allah, dia bersyukur; apabila diberi cobaan, dia bersabar; apabila melakukan dosa, dia beristighfar. Sesungguhnya tiga hal ini adalah tanda-tanda kebahagiaan seorang hamba dan tanda kesuksesannya di dunia dan akhiratnya”.

(al–Wabilash-Shayyib1/11, melalui Maktabah Syamilah).

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *