UNIVERSITAS KEHIDUPAN

Sayyid Quthb telah mengingatkan kepada kita,

إن القلب الذي يتصل باهلل تتغير موازينه وتصوراته؛ ألنه يرى الواقع
الصغير المحدود بعين تمتد وراءه إلى الواقع الكبير الممتد الواصل، وإلى
أصل األمور كلها وراء الواقع الصغير المحدود

“Sesungguhnya hati yang tersambung dengan Allah akan berubah pertimbangan dan persepsinya. Sebab hati seperti itu menjadikan seseorang mampu melihat realitas yang kecil terbatas dengan pandangan mata yang menembus jauh di baliknya, pada fakta besar yang terbentang dan menjadi tujuan. Mampu menyingkap sumber persoalan yang berada jauh di balik realitas kecil dan terbatas”.

(Sayyid Quthb)

Tidak ada “orang baik” yang tidak mempunyai masa lalu. Tidak ada pula “orang jahat” yang tidak mempunyai masa depan. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik. Bagaimanapun masa lalunya dahulu, sekelam apapun lingkungannya dahulu, dan seburuk apapun perangainya di masa lampau…

Berilah kesempatan seseorang untuk berubah. Karena, seseorang yang “hampir membunuh Rasul” pun, kini berbaring di sebelah makam beliau: Umar bin Khattab…

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya. Karena seseorang yang pernah “berperang melawan agama Allah” pun akhirnya menjadi pedang-nya Allah: Khalid bin Walid…

Jangan memandang seseorang dari status dan hartanya. Karena sepatu emas Fir’aun berada di neraka. Sedangkan terompah Bilal bin Rabah terdengar di Syurga…

Intinya, jangan memandang remeh seseorang karena masa lalu dan lingkungannya. Karena bunga teratai tetap mekar cantik, meski tinggal di air yang kotor. Maka, untuk menjadi hebat, yang diperlukan adalah kuatnya tekad…

Tidak perlu dipusingkan dengan masa lalu. Tidak perlu malu dengan tempat asal kita. Jika kita mau, kita bisa menjadi laksana bunga teratai yang tinggal di air yang kotor, namun tetap mekar indah sangat mengagumkan…

Berubah dan bangkit, jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi tanpa melakukan tindakan apapun…

Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, dari mana kita bisa belajar ikhlas?

Jika semua yang kita impikan segera terwujud, dari mana kita belajar sabar?

Jika setiap do’a kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar syukur dan ikhtiar?

Seseorang yang dekat dengan Allah, bukan berarti tidak ada linangan air mata. Seseorang yang tekun berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa sulit dalam kehidupannya…

Biarlah Sang Penyelenggara Hidup yang berdaulat sepenuhnya atas kita. Karena hanya Dia-lah yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan apapun yang terbaik untuk kita…

Tetap semangat… Tetap Tetap sabar… Tetap ikhlas… Tetap syukur… Karena kita sedang kuliah menimba ilmu di Universitas Kehidupan…

Di mana, jika di sekolah formal atau kampus-kampus pada umumnya, kita mendapatkan pelajaran dahulu baru kemudian diuji, maka di dalam Universitas Kehidupan, kita diberi ujian dahulu, baru kemudian mendapatkan pelajaran…

Karena di sanalah letak istimewanya Universitas Kehidupan. Maka dari itu, sangat diperlukan semangat, kesabaran, keikhlasan dan ungkapan syukur yang harus dilakukan secara istiqamah, konsisten dan terus-menerus…

Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui berbagai kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk, dibenturkan melalui kesukaran, tantangan dan bahkan linangan air mata…

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *