KHOUF DAN ROJA’

Pada situasi yang tidak menentu seperti mewabahnya Covid 19 sekarang ini setiap hamba Allah Azza wa Jalla sudah semestinya senantiasa mengharap mendapatkan rahmat-Nya dan takut mendapatkan siksa-Nya,

عَنْ أَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى شَابٍّ وَهُوَ فِي الْمَوْتِ فَقَالَ كَيْفَ تَجِدُكَ قَالَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنِّي أَرْجُو اللَّهَ وَإِنِّي أَخَافُ ذُنُوبِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ . (أخرجه الترمذي وسنده حسن)

_Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata :Nabi ﷺ datang kepada seorang pemuda yang hendak meninggal, maka beliau berkata :_
_“Bagaimana keadaanmu?” Pemuda itu menjawab :_
_“Demi Allah ya Rasulullah, sungguh saya sangat berharap kepada (rahmat), Allah dan saya sangat takut akan (siksa Allah)_atas dosa-dosa saya.” Maka Rasulullah ﷺ berkata: “Tidaklah dua perkara tersebut ada pada hati seorang hamba yang dalam kadaan seperti ini, kecuali Allah akan memberikan apa yang diharapkannya dan akan Allah amankan ia dari apa yang ditakutkannya.”_

(Dikeluarkan oleh Imam Tirmidzi dan sanadnya hasan, juga Imam Ibnu Majah dan Imam Abdullah bin Imam Ahmad dalam Zawa’id Az-Zuhd hlm. 34-35, juga Imam Ibnu Abid Dunya sebagaimana dalam At-Targhib 4/141, dan lihat juga dalam Al-Misykah-nya 1612).

Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah berkata, _“Yang dimaksud dengan berharap adalah bahwa jika seorang hamba melakukan kesalahan (dosa atau kurang dalam melaksanakan perintah Allah), maka hendaknya dia bersangka baik kepada-Nya dan berharap agar Dia menghapuskan (mengampuni), dosanya, demikian pula ketika dia melakukan ketaatan (kepada-Nya), dia berharap agar Allah menerimanya.”_

Adapun orang yang bergelimang dalam kemaksiatan kemudian dia berharap Allah Azza wa Jalla tidak menyiksanya pada hari kiamat, tanpa ada rasa penyesalan dan kesadaran untuk meninggalkan perbuatan maksiat, tanpa melakukan taubat yang benar kepada Allah, maka ini adalah orang yang tertipu oleh bujuk rayu syaitan.

Maka _khouf_ dan _roja’_ harus senantiasa ada pada seseorang hamba maka akan sampai kepada cinta dan ridha Allah Azza wa Jalla…

Dua sifat inilah yang dimiliki oleh hamba-hamba Allah yang paling mulia di sisi-Nya, yaitu _khouf_ dan _roja’_, para Nabi dan Rasul ﷺ , sehingga Allah Ta’ala memuji mereka dalam firman-Nya;

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ ۞

_“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka selalu berdo’a kepada Kami dengan (perasaan), harap dan takut._Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu‘.”_

(QS. al-Anbiyaa’: 90)

Karena itulah Al-Hasan Al-Basri rahimahullah pernah mengatakan bahwa orang mukmin mengerjakan amal-amal ketaatan, sedangkan hatinya dalam keadaan takut, bergetar, dan khawatir; sementara orang yang durhaka mengerjakan perbuatan-perbuatan maksiat dengan penuh rasa aman. Maka orang yang merasa aman dari siksa Allah  termasuk orang yang rugi;

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ ۞

_”Patutkah mereka bersukaria sehingga mereka merasa aman akan rancangan buruk (balasan azab), yang diatur oleh Allah?._Karena sebenarnya tidak ada yang merasa aman dari rancangan buruk (balasan azab), yang diatur oleh Allah itu melainkan orang-orang yang rugi.”_

(QS. Al-A’raf: 99)

Orang yang  terlalu berat _khouf_ (takut), tanpa ada _roja’_ (harapan) maka bisa putus asa. Padahal putus asa adalah sifat orang kafir;

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ ۞

_”Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat serta pertolongan Allah._
_Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah itu melainkan kaum yang kafir.”_

(QS. Yusuf: 87)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *