MEMANTASKAN DIRI MERAIH KEDUDUKAN DI SISI ALLAH

إيضاح أسرار علوم المقربين صـ ١٢٩

إذا أردت أن تعرف منزلتك عند الله تعالى، فاعتبر بمنزلته عندك، وانظر إلى شدة تعلق سرك به، واهتمامك بمراضيه، وكرهك لما يكره، وموالاتك لأصحابه، ومجانبتك لشرار خلقه، إبن الأمر على هذا فهو الأصل المعتبر، ولا تبن الأمر منك ولا من غيرك على الأعمال الظاهرة إذ لا اعتبار بذلك، لأنها قد تكون في الأبرار والفجر.

“Jika engkau ingin mengetahui kedudukanmu di sisi Allah ﷻ, maka ukurlah kedudukan Allah ﷻ di dalam hatimu… Dan lihatlah seberapa kuat ikatan batinmu dengan-Nya… Seberapa kuat engkau memperhatikan hal-hal yang membuat-Nya ridha padamu… Seberapa kuat kebencianmu terhadap hal-hal yang Dia benci…
Seberapa kuat engkau mengikuti orang-orang yang Dia cintai… Dan seberapa kuat engkau menjauhi orang-orang yang buruk akhlak dari makhluk-Nya… Inilah tolak ukur kedudukan hamba disisi-Nya yang sesungguhnya, janganlah engkau ukur kedudukanmu di sisi Allah ﷻ hanya dari amal-amal dhahir saja, karena hal tersebut bukanlah ukuran, sebab amal-amal dhahir juga bisa di lakukan oleh orang yang shaleh dan orang yang fasik”.

(Lidhahul Asrar ‘Ulumil Muqarrabin, hlm. 129)

Merenunglah sejenak betapa banyak perintah Allah ﷻ yang telah kita lalaikan? Betapa banyak Sunnah Rasul-Nya yang telah kita remehkan dan abaikan? Padahal itu semua adalah apa yang Allah ﷻ cintai dan ridhai… Betapa banyak dosa, kemaksiatan hingga kedzaliman yang telah kita lakukan bersama hembusan nafas kita? Padahal itu semua adalah yang Allah ﷻ benci…

Sudahkah kita sadari bahwas perbuatan dosa sangat tidak pantas untuk mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi Allah ﷻ
Sepatutnyalah kita segera memohon ampun kepada Allah ﷻ dengan penuh penyesalan dan dibarengi dengan tetesan air mata kerinduan akan pengampunan dari Allah Azza wa Jalla. Jujurlah! Pernahkan kita menitikkan air mata karena menyesali telah berbuat dosa?”

Marilah kita bersimpuh di hadapan Allah ﷻ memanjatkan doa di sepertiga malam ini agar mendapatkan petunjuk dan hidayah-Nya…

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, _‘Iffah_ (penjagaan diri dari hal yang tidak diperbolehkan), dan Kecukupan.”

(Diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *