إن القلب الذي يتصل باهلل تتغير موازينه وتصوراته؛ ألنه يرى الواقع
الصغير المحدود بعين تمتد وراءه إلى الواقع الكبير الممتد الواصل، وإلى
أصل األمور كلها وراء الواقع الصغير المحدود

“Sesungguhnya hati yang tersambung dengan Allah akan berubah pertimbangan dan persepsinya. Sebab hati seperti itu menjadikan seseorang mampu melihat realitas yang kecil terbatas dengan pandangan mata yang menembus jauh di baliknya, pada fakta besar yang terbentang dan menjadi tujuan. Mampu menyingkap sumber persoalan yang berada jauh di balik realitas kecil dan terbatas”.

(Sayyid Quthb)

Ketika kita menyukai bunga, ketahuilah bahwa tidak semua bunga memiliki harumnya, dan tidak semua bunga mulus tangkainya, bahkan terkadang banyak duri menyertainya…

Ketika kita mengagumi keindahan pelangi, ketahuilah bahwa setiap pelangi mempunyai masanya, ia tidak akan mewarnai langit selamanya…

Begitupun ketika kita mengagumi seseorang, maka sisakan ruang kosong dalam jiwa kita untuk menerima kekurangannya, agar kelak kita tidak kecewa…

Ketika kita mencintai seseorang, maka sisakan ruang kosong dalam jiwa kita untuk siap diri ditinggalkan atau kehilangan dia, agar kelak ketila terjadi perpisahan tidak terlalu menyakitkan…

Berserah diri kepada Allah ( _tawaqal ‘alallah_) merupakan suatu pilihan terbaik bagi seorang hamba yang taat kepada Allah Azza wa Jalla…
Tambatkanlah hati sepenuhnya kepada Allah Azza wa Jalla, karena setiap selain Allah Azza wa Jalla akan selalu mempunyai kekurangan. Serahkanlah sepenuhnya harapan kepada-Nya, karena setiap selain-Nya pasti akan mengecewakan…

Ketika ujian dari Allah Azza wa Jalla datang bertubi-tubi menghampiri kita, maka senantiasalah memanjatkan doa kehadirat Allah Azza wa Jalla, sebagai mana diajarkan oleh Baginda Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam._ Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dia berkata, “Di antara doa Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ adalah :”

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu”.

(HR. Muslim no. 2739)

WhatsApp us