MEMBANGGAKAN KETA’ATAN

Allah Azza wa Jalla berfirman:

إن أحسنتم أحسنتم لأنفسكم وإن أسأتم فلها

“Jika kalian berbuat kebaikan, maka kebaikan itu untuk kalian. Dan jika kalian berbuat buruk, itupun untuk kalian juga.”

(QS. Al Israa: 7).

Amal shaleh seorang hamba tidak sedikitpun menguntungkan Allah Azza wa Jalla. Maksiat seorang hamba pun tidak merugikan Allah Azza wa Jalla. Namun di sana ada manusia yang sengaja memaksiati Allah Azza wa Jalla. Ia tidak mau shalat, tidak berpuasa Ramadhan. Ia menyangka telah merugikan Rabbnya. Padahal kemaksiatan itu merugikan dirinya sendiri…

Sebaliknya,
Di sana ada orang yang bangga dengan keta’atannya. Ia merasa mempunyai kedudukan yang paling tinggi di sisi Allah Azza wa Jalla. Ia memandang telah berjasa kepada Allah Azza wa Jalla dengan syi’ar dan dakwah membela agama-Nya. Dengan keta’atan dan amalan shaleh, ia pun menjadi angkuh karenanya. Padahal kalau bukan karena Allah Azza wa Jalla yang memberinya hidayah dan kekuatan tentu ia akan tersesat jalan…

Membanggakan keta’atan yang menimbulkan keangkuhan itu jauh ebih buruk dari pada kemaksiatan yang menimbulkan taubat dan ketundukan…

Membanggakan keta’atan sejatinya justru akan menjerumuskannya kepada sikap _riya’_ dan _’ujub_ sehingga menjadikannya sombong. Padahal kesombongan termasuk perbuatan _syirik sughro_ yang jika dibiarkan terus-menerus lama-kelamaan bisa menjadi _syirik kubro_, suatu dosa yang tidak terampuni oleh Allah Azza wa Jalla…

Kemaksiatan yang menimbulkan taubat menjadikannya ketundukan di hadapan Allah Azza wa Jalla. Sedemikian tunduknya sehingga ia menyesali segala perbuatan maksiatnya dan bertaubat tidak akan mengulanginya lagi…

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *