HAKIKAT PUASA RAMADHAN

Tidak sedikit umat Islam dengan kehadiran bulan Ramadhan ini justru bersedih hati dan risau, karena merasa sebagian aktifitasnya terganggu, apalagi sedang mengalami masa pandemi Civid 19. Oleh karena itu perlu mempertebal dan memupuk keimanannya. Karena yang dipanggil untuk mengerjakan puasa ini hanyalah orang yang beriman kepada Allah Azza wa Jalla, sebagai mana disebutkan dalam Al-Qur’an :

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَآ كُتِبَ عَلٰى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

(Q.S. Al Baqarah: 183)

Supaya puasanya sah, maka perlu mengetahui ilmu tentang puasa, syarat, rukun, yang membatalkan dan sunnah-sunnah puasa. Dan tidak sedikit di antara umat Islam yang puasanya hanya mendapat lapar dan dahaga saja meskipun puasanya sah, artinya tidak mendapat pahala puasa…

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya menukilkan hadits :

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إلاَّ اْلجُوْعُ وَاْلعَطَسُ أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهُ مِنْ حَدِيْثٍ أَبِيْ هُرَيْرَةَ

“Nabi saw bersabda : Banyak sekali orang-orang yang berpuasa namun dia tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga. Hadits dikeluarkan An-Nasa’i dan Ibnu Majah dari hadits Abu Hurairah”.

(Kitab Ihya Ulumuddin, Juz I, hlm. 456)

عَنْ أَنَسْ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ خَمْسُ يُفْطِرْنَ الصَّائِمِ اَلْكَذِبُ وَاْلغِيْبَةُ وَالنَّمِيْمَةُ وَاْليَمِيْنُ الْكاَذِبَةُ وَالنَّظَرُ بِشَهْوَةٍ

“Dari Anas, dari Rasulullah saw bahwasanya beliau bersabda: Lima perkara yang membatalkan (pahala) orang yang puasa, yaitu: Berohong, ghibah, adu domba, bersumpah palsu, memandang penuh syahwat”.

(Kitab Ihya Ulumuddin, Juz I, hlm. 457)

Di bulan Ramadhan ini kita perlu mempersiapan finansial atau materi. Persiapan materi di sini tidak dimaksudkan untuk membeli kebutuhan berbuka dan sahur yang mewah dan mahal bahkan kadang terkesan berlebihan. Tapi finansial/materi yang diperuntukkan untuk menopang ibadah sedekah dan infak yang sangat dianjurkan dalam bulan ini, terlebih di masa pandemi Covid 19 ini banyak orang memerlukan bantuan karena kehilangan kesempatan dan penghasilan…

Rasulullah saw bersabda dalam hadits disebutkan :

عَنْ أَنَسٍ قَالَ سُئِلَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَىُّ الصَّوْمِ أَفْضَلُ بَعْدَ رَمَضَانَ فَقَالَ شَعْبَانُ لِتَعْظِيْمِ رَمَضَانَ. قِيْلَ فَأَىُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ

“Dari Anas ia berkata, Nabi saw pernah ditanya: Puasa apa yang lebih utama setelah puasa Ramadhan? Maka beliau menjawab: Sya’ban untuk mengagungkan Ramadhan. Ditanya kembali: Kapankah sedekah yang lebih utama? beliau menjawab: Sedekah pada bulan Ramadhan”.

(H. R. Tirmidzi no. 665, Baihaqi no. 8780)

Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

هو لربِّ العالمين من بين سائر الأعمال، فإنَّ الصَّائم لا يفعل شيئاً، وإنَّما يترك شهوته وطعامه وشرابه من أجل معبوده، فهو تركُ محبوبات النَّفس وملذوذاتها إيثاراً لمحبَّة الله ومرضاته، فهو سرٌّ بين العبد وبين الله لا يطَّلع عليه سواه، والعباد قد يطَّلعون منه علىٰ تركه المفطراتِ الظَّاهرة، وأمَّا كونه ترك طعامه وشرابه وشهوته من أجل معبوده فأمرٌ لا يطَّلع عليه بشرٌ، وذلك حقيقة الصَّوم

“Puasa adalah ibadah yang dipersembahkan kepada Rabb semesta alam di antara amal-amal lainnya. Sebab, orang yang berpuasa tidak melakukan apa-apa. Dia hanya meninggalkan syahwat, makan, dan minum karena Allah, Dzat yang dia ibadahi. Puasa adalah meninggalkan segala kelezatan yang dicintai jiwa dalam rangka mendahulukan cinta dan ridha-Nya.

Puasa adalah rahasia antara seorang hamba dengan Allah, tidak ada yang mengetahui kecuali Dia. Orang lain terkadang mengetahui secara lahir bahwa dia tidak melakukan pembatal-pembatal puasa. Namun, keadaannya meninggalkan makan, minum, dan syahwat karena Dzat yang dia ibadahi, maka ini adalah perkara yang tidak bisa diketahui oleh seorang pun. Inilah hakikat puasa”.

(Zadul Ma’ad, 2/34)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *