MENDAPAT BUAH KESABARAN

Orang memahami sabar adalah di saat ia memikul beban atau menghadapi masalah lalu ia diminta untuk bersabar dalam menghadapi semua itu.

Sementara jika kita melihat dalam beberapa ayat Al-Qur’an, akan kita temukan bahwa makna kesabaran itu meliputi segala sesuatu.

Kesabaran juga meliputi Istiqamah dalam beramal, sabar dalam menjalankan ibadah dan ketaatan kepada Allah, sabar dalam memerangi diri agar mampu meninggalkan maksiat, sabar dalam menerima ketentuan Allah dan seluruh aspek kehidupan lainnya.

Kesabaran juga diperlukan untuk memerangi sifat takabur ketika sedang mampu dan menghilangkan kegelisahan dan putus asa ketika sedang tidak memiliki. Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ

“Dan orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).”

(QS. Ar-Ra’d (13) : 22)

Dalam ayat ini Allah Azza wa Jalla mengumpulkan empat hal, yaitu sabar, melaksanakan shalat, menginfakkan apa yang telah diberi oleh Allah baik dalam bentuk sembunyi-sembunyi atau terang-terangan dan apabila melakukan kesalahan cepat-cepat ia melakukan kebaikan.

Kesabaran dalam ayat ini meliputi sabar dalam Istiqamah, sabar dalam menjalankan shalat dan ibadah dan sabar dalam menjaga kepedulian kepada orang yang membutuhkan.

Juga tak lupa untuk bersabar dalam menjaga diri dari kesalahan dan menggantinya dengan kebaikan.

Dalam ayat ini juga terselip satu pelajaran indah bahwa setelah menyebutkan tentang kesabaran dalam shalat, Allah Azza wa Jalla menggandengkannya dengan berinfak. Seakan menjadi pesan penting bahwa tidak ada artinya membangun hubungan dengan Allah apabila tidak dibarengi dengan kepedulian dengan hubungan antar sesama makhluk-Nya.

Rasulullah saw pernah berpesan dalam sebuah kesempatan bahwa :

“Kesabaran itu terbagi menjadi tiga. Sabar dalam menghadapi musibah, sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar dalam meninggalkan kemaksiatan.”

Karena itu, apabila semua kesabaran ini telah digabungkan.

Sabar ketika susah, sabar ketika senang, sabar ketika terkena musibah, sabar dalam menjalankan ibadah dan beristiqamah dalam kebaikan maka Allah menjanjikan kabar gembira kepada mereka dengan nasib yang baik di dunia dan akhirat.

أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّار

“Merekalah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).”

Maka tanamkan kesabaran dalam diri kita di semua aspek kehidupan, bukan hanya di saat tertimpa kesusahan saja

 

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *