JANGAN BERPUTUS ASA

Menjelang akhir Ramadhan ini janganlah berputus asa, teruslah memperbanyak doa kepada Allah Azza wa Jalla dan memohon ampunan-Nya,

‏قال ابن حجر رحمه الله:

‏” لا يمنعنّك سوء ظنك بنفسك، وكثرة ذنوبك أن تدعو ربك فإنه أجاب دعاء إبليس حين قال : رب فأنظرني إلى يوم يبعثون ؛ قال إنك من المنظرين “.

‏(فتح الباري: (١٦٨/١١)

Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah pernah berkata :

_”Janganlah su’udzanmu terhadap dirimu sendiri dan banyaknya dosa-dosamu, mencegahmu dari berdoa kepada Rabb-mu (yakni jangan berputus asa untuk terus berdoa kepada Allah, meskipun dirimu banyak dosa)._

_Karena sesungguhnya Dia (Alloh) mengabulkan doanya iblis ketika iblis berkata (dalam doanya) : “Wahai Rabbku, berilah aku tenggang waktu (kesempatan hidup yang lebih panjang), sampai hari ketika umat manusia dibangkitkan (yaitu hari kiamat nanti).”_

_Kemudian Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu (wahai Iblis) termasuk yang diberi tenggang waktu.”_

(Fathul Bari Syarh Shahih Al-Bukhari, 11/168)

Teruslah kita berdoa kepada Allah Azza wa Jalla, jangan berputus asa dari rahmat-Nya.

Jika iblis, makhluk yang telah dilaknat oleh Allah saja, ketika dia berdoa, Allah mengabulkan doanya.

Maka tentunya, jika kita sebagai hamba-Nya, kita berdoa kepada Allah Azza wa Jalla, inshaAllah lebih banyak peluang dan kesempatan untuk dikabulkannya doa-doa kita. Yang utama kita tetap bersabar untuk senantiasa berdoa kepada Allah Azza wa Jalla, dan berprasangka yang baik kepada-Nya, niscaya doa kita akan dikabulkan-Nya.

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mentolerir kekhilafan dan kekeliruan kita, sebagaimana Ibnu Abbas ra berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِيْ عَنْ أُمَّتِي : الْخَطَأُ وَالنِّسْيَانُ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ
[حديث حسن رواه ابن ماجة والبيهقي وغيرهما]

Ibnu Abbas ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda : _“Sesungguhnya Allah mentolerir umatku atas kekeliruan, kelupaan, dan apa yang dipaksakan kepada mereka.”_

(Hadits ini hasan, diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Baihaqi, dan lainnya)

Sesungguhnya juga Allah Azza wa Jalla Maha Pengampun dan Maha Penyayang,

وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَٰكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

_”Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”_

(QS. Al Ahzab: 5)

Berdoalah selalu pada Allah Azza wa Jalla sebagaimana doa dalam Al Qur’an:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

_Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *