NIKMAT SEHAT DAN WAKTU LUANG

Di antara nikmat besar yang sering dilalaikan manusia adalah nikmat mendapatkan sehat dan waktu luang. Nabi ﷺ bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang banyak membuat manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang.”

(HR. Bukhari 6412)

Hal sederhana tapi itu penting yang sering kita abaikan adalah karunia sehat dari Allah Azza,wa Jalla. Di tengah mewabahnya Covid-19 kita merasa sehat maka kita sering meremehkannya dengan mengabaikan keselamatan tidak mengenakan masker dan menjaga jarak aman dengan orang lain. Demikian halnya kita juga sering mengabaikan karunia waktu luang, ketika kita sedang ada banyak waktu luang di tengah pandemi Covid-19 kita justru menghabiskan waktu tersebut untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya, baik manfaat untuk kehidupan di dunia, lebih-lebih manfaat untuk kehidupan kita di akhirat kelak. Kita jutsru menghabiskan waktu untuk main game seharian, atau mengecek timeline facebook dari ujung atas sampai ujung bawah dilihat dan dibaca satu-satu padahal tidak ada status yang berfaidah. Atau ngobrol di grup whatsapp sampai ke sana ke mari ratusan chat, yang terkadang membuat kita terjerumus ke dalam dosa besar berupa menggunjing aib saudara kita, ghibah hingga fitnah. Kondisi yang hampir kita tidak lakukan ketika kita sedang sibuk dengan urusan-urusan penting sehingga kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk sekedar istirahat…

Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan kita, bahwa di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah dengan meninggalkan hal-hal yang tidak ada manfaatnya. Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah (dia) meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.”

(HR. Tirmidzi 2317; Ibnu Majah 3976)

Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu untuk hal-hal yang bermanfaat. Demikian juga semua nikmat Allah Azza wa Jalla yang lainnya. Jika tidak, bisa jadi Allah Azza,wa Jalla justru akan menguji kita dengan berbagai hal yang membahayakan diri kita sendiri. Bentuknya, justru kita menggunakan nikmat tersebut dalam hal-hal yang Allah Azza wa Jalla haramkan…

Ketika Allah Azza wa Jalla mengaruniakan waktu luang untuk kita betaubat, maka bersegeralah untuk bertaubat. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

التوبة واجبة على الفور دون تأخير لأن الإنسان لا يدري متى يفاجأ بالموت فيجب عليه أن يكون مستعدا.

“Taubat wajib dilakukan dengan segera tanpa ditunda-tunda karena seseorang tidak mengetahui kapan kematian itu akan mengejutkannya. Oleh karena itu, wajib baginya untuk selalu siap sedia (menyambut kematian dengan menyegerakan taubat).”

(Syarh Riyadh al-Shalihin, Jilid 4, hlm. 331).

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *