KEHIDUPAN YANG HAKIKI

Terjadinya suatu bencana atau musibah termasuk Covid-19 hingga memasuki masa _new normal_ yang kita alami saat ini adalah dengan izin Allah Azza wa Jalla,

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah; dan barang siapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar); dan ingatlah, Allah Maha Mengetahui akan segala sesuatu.”

(QS. At Taghabun: 11)

Allah Ta’ala berfirman :

ﻭَﻣَﺎ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻟَﻬْﻮٌ ﻭَﻟَﻌِﺐٌ ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﺪَّﺍﺭَ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓ ﻟَﻬِﻲَ ﺍﻟْﺤَﻴَﻮَﺍﻥُ ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ.

“Dan tidaklah kehidupan dunia ini selain sendau gurau dan permainan, dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya saja mereka mengetahui.”

(QS. Al-Ankabut: 64)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻻ ﻋَﻴْﺶَ ﺇِﻟَّﺎ ﻋَﻴْﺶُ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ.

“Yaa Allah, tidak ada kehidupan (yang hakiki) kecuali kehidupan akhirat.”

(HR. Al-Bukhary no. 6413 dan Muslim 1805)

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata :

ﻭﺍﻟﻤﻘﺼﻮﺩ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺃﻥَّ ﻋﻴﺶ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺇﻥ ﻋَﻈُﻢَ ﻓﻬﻮ ﺯﺍﺋﻞ، ﻭﺇﻥ ﻣُﺘِّﻊَ ﺑﻪ ﻣﺌﺔ ﻋﺎﻡ ﺃﻭ ﺃﻟﻒ ﻋﺎﻡ ﻓﻬﻮ ﺯﺍﺋﻞ، ﻟﻜﻦ ﻋﻴﺶ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﺑﺎﻕٍ ﺩﺍﺋﻢٌ، ﻓﻬﻮ ﺍﻟﻌﻴﺶ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﻲ، ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻨَّﻌﻴﻢ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﻲ.

“Maksud dari hadits ini adalah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia walaupun mewah namun pasti akan berakhir, walaupun seseorang diberi umur 100 atau 1000 tahun tetap saja akan berakhir. Tetapi kehidupan akhirat kekal abadi, dan itulah kehidupan yang hakiki dan kenikmatan yang sebenarnya.”

Kehidupan kita di dunia ini tidaklah hakiki, pasti akan segera berakhir…
Jika demikian halnya, apakah kita masih tetap senantiasa mengejar kepentingan dunia yang fana dengan mengorbankan kepentingan akhirat yang abadi?

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *