PERJALANAN MENUJU ALLAH

Hidup ini pada hakikatnya adalah sebuah perjalanan. Pernahkah kita berfikir bahwa hidup ini hakikatnya adalah perjalanan? Pernahkah kita merenungkan hidup di dunia ini tidak lain adalah sebuah perjalanan menuju kepada Allah Azza wa Jalla…

Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam,

كلّ الناسِ يغدو؛ فبائعٌ نَفسَه فمُعتِقها أو موبِقها

“Setiap hari semua orang melakukan perjalanan hidupnya, keluar mempertaruhkan dirinya! Ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yang mencelakakannya.”

(HR. Imam Muslim)

Perjalanan hidup setiap orang boleh jadi berbeda. Tetapi garis _finish_ nya adalah sama menuju Allah Azza wa Jalla. Ada perjalanannya yang sangat singkat, namun ada juga yang begitu lambat. Ada yang perjalanannya mengalami banyak celaka, namun ada juga yang senantiasa selamat… Allah Azza wa Jalla berfirman,

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ

Pada hari di mana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,

إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat”.

(QS. Asy-Syu’ara`: 88-89)

Terkadang ada orang yang menganggap bahwa kehidupan dunia adalah terminal akhir, itu salah besar! Mereka bahkan bertindak curang, culas, licik, dzalim, berjuang mati-matian meraih kekayaan dan kekuasaan yang itu semua justru tidak bisa dibawa sebagai bekal mati. Allah Azza wa Jalla berfirman,

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun dalam beribadah kepada Tuhannya.”

(QS. Al-Kahfi: 110)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *