BELAJAR MENJADI PEMA’AF

Allah Azza wa Jalla senantiasa memberikan kita senyum di balik kesedihan. Allah Azza wa Jalla senantiasa memberikan harapan di balik keputus-asaan…

Ingatlah, bahwa Allah Azza wa Jalla senantiasa memberikan kelebihan di balik setiap kekurangan dan Allah Azza wa Jalla senantiasa memberikan kekuatan di balik kelemahan…

Sesunghuhnya hal yang paling mencemaskan dalam hidup ini adalah apabila kita tidur dalam kondisi penuh dendam dan dosa ketika bangun tahu-tahu sudah dalam kubur…

Setiap cerita yang tertulis di sepanjang hidup kita adalah takdir dari Allah Azza wa Jalla. Bahagia atau derita yang kita alami pasti ada hikmah di sebaliknya. Maka bersikaplah senantiasa dengan akhlak yang baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللَّهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيءَ

“Tidak ada suatu amalan yang lebih berat dalam timbangan (kebaikan) seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang baik; dan sesungguhnya Allah membenci orang yang keji dan jelek ucapannya.”

(HR. At-Tirmidzi no. 2002 dari sahabat Abu ad-Dardaa` radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 2002)

Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang apa amalan yang terbanyak menyebabkan manusia masuk al-jannah (surga)?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga ditanya tentang apa perkara terbanyak yang menyebabkan manusia masuk an-Nar (neraka)?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mulut dan kemaluan.”

(HR. At-Tirmidzi no. 2004. Hadits ini sanadnya dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 2004)

Bagaimanapun situasi dan kondisi kita, tetaplah senantiasa bertutur kata yang baik, karena hal itu akan meninggikan derajat kita,

‏في الحقيقة نحن لا نقفُ على أقدامِنا
نحن نقفُ على قلوبنا
لذلك الكلمة الطيبة ترفعنا إلى السَّماء كالطيور
والكلمة السَّيئة تدفننا في الأرضِ كالموتى

“Hakikatnya kita tidak berdiri di atas kaki, namun ‘berdiri’ di atas hati kita. Karena itu, kata-kata yang baik akan meninggikan derajat kita hingga ke langit laksana burung yang terbang. Sedangkan kata-kata yang buruk akan mengubur kita hingga ke dalam tanah laksana kematian.”

Jadilah seorang yang penyabar. Jangan mudah terpancing menjadi seorang pembenci dan pemarah,

لا تكن سريعًا في الكراهية ، ولا تكن سريعًا في الغضب ، لأنه في بعض الأحيان تسمع الأذنين بشكل خاطئ ويشتبه القلب في الخطأ. تعلم أن تكون مسامحا ، وتوقف عن الكراهية وحاول تحسين نفسك

“Janganlah cepat benci, janganlah cepat marah, karena kadang telinga salah mendengar dan hati salah menduga. Belajar jadi pema’af, berhentilah menjadi pembenci dan berusahalah memperbaiki diri.”

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *