SEMUA SAMA, YANG MEMBEDAKAN HANYA KETAKWAANNYA

Manusia dikaruniai oleh Allah Azza wa Jalla strata ekonomi, strata sosial dan strata pendidikan yang berbeda-beda, tapi semua stratifikasi tersebut di hadapan Allah Azza wa Jalla adalah sama semuanya, yang membedakan hanyalah ketakwaannya. Allah Azza telah berfirman,

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu.”

(QS. Al-Hujuraat: 13)

Tidak perlu sombong dengan kecerdasan, kecantikan/ketampanan, kepangkatan/kekuasaan, dan kekayaan yang kita miliki. Karena memasuki usia 40 tahun, yang berpendidikan tinggi dan yang kurang berpendidikan akhirnya peluangnya sama dalam menghasilkan uang. Karena rezeki Allah Azza wa Jalla yang mengatur. Orang yang kurang berpendidikan bahkan tidak sedikit yang bisa menghasilkan lebih banyak uang dari yang berpendidikan. Jadi lupakanlah kesombongan akan atribut gelar dan kecerdasan…

Memasuki usia 50 tahun, “cantik/tampan” dan “jelek” adalah sama. Tidak peduli seberapa cantik/tampan kita, pada usia ini, kulit keriput, bintik hitam, rambut memutih, dan lain-lain tidak dapat disembunyikan lagi…

Memasuki usia 60 tahun, “jabatan tinggi” dan “jabatan rendah” sama. Setelah pensiun, bahkan seorang _office boy_ mungkin akan menghindar melihat mantan atasannya yang dulu sombong bahkan dzalim. Selain itu, banyak dari kita telah dipanggil menghadap Allah Azza wa Jalla dengan meninggalkan segala apa yang kita cari di dunia…

Apabila Allah Azza wa Jalla memanjangkan umur kita hingga memasuki usia 70 tahun, “rumah besar” dan “rumah kecil” adalah sama. Karena kita sudah mengalami degenerasi sendi, sulit bergerak, hanya membutuhkan sedikit ruang untuk beraktivitas…

Apabila Allah Azza wa Jalla masih memanjangkan usia kita lagi, pada usia 80 tahun, “punya uang” dan “tidak ada uang” adalah sama. Bahkan makan saja sudah tidak nafsu dan memang harus membatasi diri. Mengindari makan berminyak karena khawatir kolesterol naik, menghindari makan sate kambing karena khawatir tekanan darah tinggi naik, menghindari makanan manis-manis karena khawatir gula darah naik…

Apabila Allah Azza wa Jalla masih memanjangkan usia kita lagi, pada usia 90 tahun, “tidur” dan “bangun tidur” adalah sama. Setelah kita bangun, kita masih tidak sadar harus berbuat apa. Di usia 90 tahun ini kita sudah tidak begitu membutuhkan dunia dan dunia juga sudah tidak begitu membutuhkan kita…

Oleh sebab itu, hiduplah yang wajar dan lurus, tidak usah “neko-neko” dan “ngoyo”. Biarkan semua berjalan apa adanya, tanpa keculasan, kecurangan, kesombongan, kedzaliman dan kenekatan dengan menghalalkan segala cara. Karena dalam jangka panjang, di dunia ini akhirnya kita semua akan sama…

Jadi lupakan semua ketegangan hidup dengan ambisi tanpa batas, serta sombong dengan kecerdasan, kecantikan/ketampanan, kepangkatan/kekuasaan dan kekayaan…

Justru yang terpenting, jangan pernah lupakan akhirat. Karena di sana akhirnya kita akan berbeda sesuai dengan tingkat ketakwaannya…

Ada yang nantinya di surga dan ada yang nantinya di neraka. Surga pun bertingkat-tingkat. Nerakapun bertingkat-tingkat…

Di dunia pada akhirnya sama. Tapi di akhirat akhirnya berbeda dalam waktu yang sangat panjang, kekal dan abadi selamanya…

Ibnu Rajab berkata:

“Dan dalam Musnad (Ahmad) dari Mu’adz bin Jabal bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala mengutus beliau ke negeri Yaman maka Nabi keluar bersama beliau sambil memberi wasiat kepada beliau, lalu Nabi berpaling dan menghadap ke kota Madinah dengan wajahnya dan berkata:

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِي الْمُتَّقُوْنَ، مَنْ كَانُوْا حَيْثُ كَانُوْا

“Sesungguhnya orang-orang yang paling dekat dengan aku adalah orang-orang yang bertakwa, siapa saja mereka dan di mana saja mereka.”

(HR. Ahmad no. 22052)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *