AZAB BAGI YANG DZALIM

Salah satu tanda akhir zaman adalah kejahatan yang semakin merata dan kedzaliman yang semakin merajalela. Hati manusia seakan tak memiliki penghalang untuk menindas sesama. Apabila kedzaliman telah tersebar di tengah masyarakat dan penduduknya melakukan perbuatan dzalim secara terang-terangan, maka bisa jadi Allah Azza wa Jalla akan meratakan adzab kepada mereka sehingga hampir-hampir tak ada seorang pun dari mereka yang selamat, bahkan orang yang shalih sekalipun. Sebagaimana Allah Azza wa Jalla telah berfirman,

وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا آخَرِينَ

“Dan berapa banyak penduduk negeri yang dzalim yang telah Kami binasakan dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain sebagai penggantinya.”

(QS. Al-Anbiya: 11)

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan jagalah diri-diri kalian dari fitnah (adzab/ujian) yang tidak hanya menimpa orang-orang dzalim di antara kalian secara khusus.”

(QS. Al-Anfal: 25)

Secara bahasa, _dzalim_ atau _adz zhulmu_ artinya meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Disebutkan dalam Lisaanul Arab,

الظُّلْمُ: وَضْع الشيء في غير موضِعه

“Adz zhulmu artinya meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya”
Secara istilah, dzalim artinya melakukan sesuatu yang keluar dari koridor kebenaran, baik karena kurang atau melebih batas. Al Asfahani mengatakan: dzalim adalah meletakkan sesuatu bukan pada posisinya yang tepat baginya, baik karena kurang maupun karena adanya tambahan, baik karena tidak sesuai dari segi waktunya ataupun dari segi tempatnya”

(Mufradat Allafzhil Qur’an Al Asfahani 537, dinukil dari Mausu’ah Akhlaq Durarus Saniyyah)

Pada hari Ahad, 13 September 2020 sore hari telah terjadi perbuatan dzalim secara terang-terangan, di mana Syekh Ali Jaber ditusuk oleh seseorang di tengah memberikan tausiyah di Masjid Falahuddin, Jalan Tamin Nomor 45, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung. Akibat kejadian itu, Syekh Ali Jaber mengalami luka tusukan di bagian bahu kanan. Alhamdulillah terhindar dari maut, jika mengenai leher bisa berakibat lebih fatal…

Kejadian ini membuat umat Islam menjadi resah dan terdzalimi atas perbuatan biadab pelaku. Agar tidak berulang kejadian serupa, polisi harus bertindak tegas mengusut tuntas kasus penusukan ulama ini. Jangan lagi ada istilah pelaku orang gila, stress hingga bebas dari jeratan hukum. Usut dan ungkap kepada publik sejelas-jelasnya dan jangan ada yang disembunyikan. Seringkali terjadi di masyarakat seseorang diperlakukan secara dzalim oleh lainnya tanpa ia mampu membalas dan membela diri sendiri. Kondisi ini kerap membuat ia semakin tak berdaya dan hanya bisa pasrah dengan keadaan. Seorang muslim dan mukmin yang mengalami hal demikian semestinya tak perlu merasa sedemikian susah karena Allah Azza wa Jalla telah menjanjikan keadilan atas setiap perilaku dzalim. Keimanan yang dimiliki semestinya mampu menguatkan hatinya untuk tetap tegar dengan harapan keadilan yang dijanjikan itu. Sebaliknya seorang muslim dan mukmin semestinya tidak berlaku dzalim, karena sekecil apa pun tindak kedzaliman pasti akan terbalaskan,

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

“Dan janganlah sekali-kali engkau menyangka Allah lalai dari apa yang dilakukan oleh orang-orang yang berbuat dzalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari di mana pandangan-pandangan terbelalak.”

(QS. Ibrahim: 42)

Dari ayat tersebut jelas dinyatakan bahwa Allah akan memberikan balasan kepada setiap pelaku kezaliman kelak di hari kiamat di mana setiap mata manusia akan terbelalak menyaksikan berbagai hal yang terjadi di hari kiamat…

Setiap orang yang berlaku dzalim semestinya segera meminta maaf kepada yang didzaliminya karena balasan dari Allah Azza,

أَلاَ لَعْنَةُ اللّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

“Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang dzalim”

(QS. Hud: 18)

وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ

“Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras”

(QS. Hud: 102)

نَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ

“Dan Kami katakan kepada orang-orang yang dzalim: “Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu”

(QS. Saba: 40)

مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلا شَفِيعٍ يُطَاعُ

“Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya”

(QS. Ghafir: 18)

Marilah kita segera bertaubat, karena memiliki nilai keutamaan sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

(QS. Al Baqarah: 222)

Kedzaliman yang dilakukan oleh pemimpin lebih memprihatinkan lagi. Dampak dari kepemimpinan yang dzalim selalu memilukan dan sekaligus memalukan, tidak mencerminkan kekuasaan yang adil dan beradab. Kita dapat melihat bagaimana Firaun membunuh semua bayi laki-laki yang baru terlahir agar tidak ada yang dapat menggantikan kedudukannya…

Wahbah az-Zuẖaili dalam tafsirnya menjelaskan, bahwa manakala rakyat yang melakukan kedzaliman, Allah Azza wa Jalla akan menguasakan kepada mereka orang yang dzalim seperti mereka,

وَكَذٰلِكَ نُوَلِّيْ بَعْضَ الظّٰلِمِيْنَ بَعْضًاۢ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang dzalim berteman dengan sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.”

(QS. al-An’am: 129)

Al-A’masy pernah berkata: ”Apabila manusia telah rusak, maka orang-orang jahat di antara mereka akan dijadikan pemimpin mereka”. Mereka akan mengangkat menteri-menteri dan pegawai istana dari orang-orang yang bodoh dan sesat seperti mereka. Lalu para pejabat itu akan ditiru oleh kebanyakan orang dalam melakukan perbuatan-perbuatan mereka yang buruk, sehingga kerusakan akan mengalahkan kebaikan…

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *