JAUHILAH PARA PENDUSTA

Disadari ataupun tidak disadari terkadang ada di sekitar kita orang-orang pendusta. Mereka sudah terbiasa melakukan dusta hingga seolah-olah menganggap itu bukanlah dusta. Kita dianjurkan untuk menjauhi para pendusta, karena perbuatan dusta sangat memilukan sekaligus memalukan,

▫️وقال ابن المعتز :

” اجتنِبْ مصاحبة الكذاب ، فإن اضطررت إليه فلا تصدّقه ، ولا تُعلِمه أنك تكذبه ، فينتقل عن وده ، ولا ينتقل عن طبعه … “.

زهر الآداب: [٣٨٧/١]

▪️قال الحسن بن سهل :

” الكذاب لِصّ ؛ لأن اللص يسرقُ مالك ، والكذاب يسرقُ عقلك ؛ ولا تأمن مَنْ كذب لك ، أنْ يَكذِب عليك ، ومن اغتاب غيرَك عندك ، فلا تأمَنْ أن يغتابَك عند غيرك “. انتهى .

زهر الآداب: [٣٨٦/١]

Berkata Ibnul Mu’taz :

“Jauhkan diri dari berteman dengan pendusta, dan jika engkau sangat butuh kepadanya maka jangan engkau mempercayainya, dan jangan engkau tunjukkan bahwa dirimu mendustakannya, sehingga akan berpindah menjadi mencintainya, dan tidak akan lepas dari tabiatnya…”

(Zahrul Adab, 1/387)

Berkata Al-Hasan bin Sahl :

“Pendusta adalah perampok; karena perampok mencuri hartamu, sedangkan pendusta mencuri akalmu;
dan jangan engkau merasa aman dari orang yang berdusta untukmu, disebabkan dia akan berdusta atas namamu, dan orang yang menggunjing (mengghibah) orang lain di sisimu, maka jangan engkau merasa aman karena dia akan meng-ghibah dirimu di sisi orang lain.”

(Zahrul Adab, 1/386)

Dari Ubadah bin Shamit radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اِضْمَنُوا لِي سِتًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنْ لَكُمْ الْجَنَّةَ اصْدُقُوا إِذَا حَدَّثْتُمْ وَأَوْفُوا إِذَا وَعَدْتُمْ وَأَدُّوا إِذَا ائتُمِنْتُمْ وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ.

“Jaminlah enam hal untukku dari diri kalian, Aku akan menjamin Surga untuk kalian:

1. Jujurlah jika berbicara.

2. Tepatilah jika kalian berjanji.

3. Tunaikanlah amanah jika kalian diberi amanah.

4. Jagalah kemaluan kalian.

5. Tundukkan pandangan kalian.

6. Tahanlah tangan kalian.”

(HR. Ahmad, Al-Hakim, Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Bani rahimahullah)

Syariat kita sangat menjunjung tinggi kejujuran, karena merupakan cerminan akhlak yang mulia, bahkan menjadikannya sesuatu dengan timbangan yang paling berat di hari kiamat,

مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin kelak di hari kiamat selain akhlak mulia.”

(HR Tirmidzi 2002, Abu Daud 4799)

Karenanya jangan hanya berdoa minta hajat dunia, tapi mintalah juga akhlak yang mulia,

,أَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ الأَخْلَاقِ, فَإِنَّهُ لَا يَهْدِيْ لِأَحْسَنِهَا إِلَّاأَنْت، وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَا لَايَصْرِفُ عَنِّيْ سَيِّئَهَاإِلَّاأَنْتَ

“Ya Allah tunjukkanlah aku pada akhlak yang paling baik, karena tidak ada yang bisa menunjukkannya selain Engkau. Ya Allah jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk, karena tidak ada yang mampu menjauhkannya dariku selain Engkau.”

(HR Muslim 771, Tirmidzi 3419, Abu Dawud 760)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *