SATU-SATUNYA ORIENTASI HIDUP

Cinta kepada Allah Azza wa Jalla yang telah tertanam begitu kuat dalam hati seseorang akan memunculkan keikhlasan dan menjadikan Allah Azza wa Jalla sebagai satu-satunya orientasi dalam hidup…

Semua itu… Ketaatan, ketundukan, keikhlasan, ketabahan dan kesabaran…, karena cinta kita hanya kepada Allah Azza wa Jalla…

Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ :

ﺇِﻥَّ ﻋِﻈَﻢَ ﺍﻟْﺠَﺰَﺍﺀِ ﻣَﻊَ ﻋِﻈَﻢِ ﺍﻟْﺒَﻼَﺀِ ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺣَﺐَّ ﻗَﻮْﻣًﺎ ﺍﺑْﺘَﻼَﻫُﻢْ ﻓَﻤَﻦْ ﺭَﺿِﻰَ ﻓَﻠَﻪُ ﺍﻟﺮِّﺿَﺎ ﻭَﻣَﻦْ ﺳَﺨِﻂَ ﻓَﻠَﻪُ ﺍﻟﺴَّﺨَﻂُ

_”Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan jika Allah mencintai suatu kaum Dia akan menguji mereka, siapa yang ridha maka baginya keridhaan (Allah) dan siapa yang murka maka baginya kemurkaan (Allah).”_

( ﻛﺘﺎﺏ ﻣﺠﻤﻮﻉ ﻟﻠﺤﺒﻴﺐ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺣﺴﻴﻦ ﺑﻦ ﻃﺎﻫﺮ ﺑﺎﻋﻠﻮﻱ)

Hidup adalah sebuah ujian, jika Allah Azza wa Jalla menjawab doa-doa kita, berarti Allah Azza wa Jalla ingin meningkatkan keimanan kita…

Jika Allah Azza wa Jalla menunda menjawab doa kita, berarti Allah Azza wa Jalla ingin meningkatkan kesabaran kita…

Jika Allah Azza wa Jalla tidak menjawab doa kita, maka yakinlah bahwa Allah Azza wa Jalla memiliki rencana yang lebih baik untuk kita…

_”Allah sebaik-baik pemberi keputusan”._

(QS. Al Anam: 57)

Cara Allah Azza wa Jalla menyayangi kita bukan dengan meringankan masalah kita, tapi dengan menguatkan jiwa kita sehingga sehebat apapun masalah yang menimpa kita maka kita tetap bertahan dan tak mudah menyerah…

Cara Allah Azza wa Jalla menyayangi kita bukan dengan mengurangi beban yang kita pikul, tapi dengan mengokohkan pundak kita, sehingga kita mampu memikul amanah yang diberikan kepada kita…

Cara Allah Azza wa Jalla menyayangi kita mungkin tidak dengan memudahkan jalan kita menuju sukses, tapi dengan kesulitan yang kelak baru kita sadari bahwa kesulitan itu yang akan membuat jita semakin berkesan dan istimewa…

Hidup itu memerlukan masalah supaya kita memiliki kekuatan.
Memerlukan pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras.
Memerlukan air mata supaya kita tahu merendahkan hati.
Memerlukan dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai.
Memerlukan tertawa supaya kita tahu mengucap syukur.
Memerlukan senyum supaya tahu kita punya cinta.
Memerlukan orang lain supaya tahu kita tidak sendiri…

Beberapa “luka” tidak diciptakan untuk “sembuh”, tidak pula untuk menetap…

Jika ia berakhir dengan keikhlasan, ia akan lahir menjadi cahaya yang itu adalah hadiah terindah dari Allah Azza wa Jalla…

Berbahagialah pada taqdir dengan penerimaan yang tulus, sungguh akan mengajari hati senantiasa berbaik sangka itu sangat indah…

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *