SAAT KEMATIAN MENGHAMPIRI, TAK DAPAT DITANGGUHKAN

Janganlah kita mudah tertipu dengan harta, tahta, dan apa saja yang telah kita miliki di dunia ini dan membanggakannya…

الإنسان لا يأمن مكر الله، الإنسان إذا أعطاه الله مالا وأعطاه أولادا وأعطاه مكانة لا يغتر بهذا، بل يتذكر أن الله يبتليه ويمتحنه، وهو قادر على أن يحيط به وأن يسلبه ما عنده في لحظة واحدة.

“Seseorang jangan merasa aman dari hukuman Allah, jika Allah memberi seseorang harta, anak-anak, dan kedudukan, dia jangan tertipu dengan ini semua, bahkan hendaknya dia selalu mengingat bahwa Allah sedang mengujinya dan memberikan cobaan kepadanya, dan Allah mampu untuk mengepungnya dan mengambil semua yang dia miliki dalam sekejap mata”.

(Syarh Fathul Majid).

Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:

الوقت أغلى على الإنسان من المال ..ويظهر ذلك إذا حضره الموت علم أن الوقت أهم من المال .

“Waktu itu bagi seorang manusia lebih mahal daripada harta. Hal ini akan nampak apabila kematian telah menghampirinya, dia akan tahu bahwa waktu itu lebih penting daripada harta.”

[الفتاوى ٢٧١/٢٦]

Sungguh benar perkataan beliau… Marilah kita tadzabburi, Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ.

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku Termasuk orang-orang yang shaleh.”

(QS. Al-Munafiqun: 10)

Apakah yang diminta saat kematian datang? Waktu tangguh…
Untuk apa? Sekedar bisa beramal shaleh yaitu shadaqah…

Oleh karena itu, selama waktu ini masih kita punyai perbanyak amal shadaqah dan amal kebaikan lainnya yang dicintai Allah Azza wa Jalla…

‏شيئان إذا عمِلت بهما أصَبْت بهما خير الدنيا والآخرة:
تعمل ما تكره إذا أحبَّه اللَّه، وتترك ما تحب إذا كرهه اللَّه.

“Ada dua perkara yang jika engkau lakukan maka engkau akan meraih kebaikan dunia dan akhirat; Engkau melakukan apa yang tidak engkau sukai jika Allah Azza wa Jalla mencintainya, dan engkau tinggalkan apa yang engkau sukai jika Allah Azza wa Jalla membencinya.”

(Al Ma’-rifah wat Tarikh, jilid 1 hlm. 381).

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata,

تعودوا الخير، فإنما الخير بالعادة.

“Biasakanlah melakukan kebaikan, karena sesungguhnya kebaikan itu hanyalah bisa dilakukan dengan kebiasaan.”

(Shahih, Mushannaf Abdur Razzaq, No. 4742)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *