KESABARAN PERMULAAN KESEMBUHAN

Ibnu Sina mengatakan,

الوَهْمُ نِصْفُ الدَّاءِ وَالاِطْمِئْنَانُ نِصْفُ الدَّوَاءِ وَالصَّبْرُ بِدَايَةُ الشِّفَاءِ

“Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah permulaan kesembuhan”

(Ibnu Sina)

Mari kita merenung sejenak, mengambil hikmah terbaik dari musibah yang Allah Azza berikan untuk menguji kadar keimanan kita. Sebagai orang beriman, kita meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini, adalah ketentuan Allah Azza wa Jalla yang pasti berlaku, karena semua urusan alam semesta ada di dalam genggaman kekuasaan-Nya.
Allah Azza wa Jalla berfirman,

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah.”

(QS. At-Taghabun: 11)

Jika Allah Azza wa Jalla telah menghendaki suatu musibah ataupun suatu rahmat, pasti akan berlaku bagi makhluk-Nya, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla,

قُلْ مَن ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُم مِّنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءاً أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً

“Katakanlah: Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?”

(QS. Al-Ahzab: 17)

Allah Azza wa Jalla telah menegaskan, bahwa tidak akan pernah menimpa diri kita, apapun itu, kecuali yang telah Allah Azza wa Jalla tetapkan untuk kita,

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”

(QS. At-Taubah: 51)

Tidak mungkin suatu penyakit menimpa seseorang, apabila Allah Azza wa Jalla tidak menghendakinya. Penyakit tidak pernah salah alamat, sebagaimana kematian tidak pernah salah alamat. Manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada dirinya, maka yang bisa dilakukan adalah melakukan yang terbaik ( _al-akhdzu bil-asbab_ ) dalam kehidupan sehari-hari, untuk kemudian bertawakal dan berlindung kepada Allah Azza wa Jalla…

Seluruh alam semesta tunduk patuh kepada Allah Azza wa Jalla, maka tak ada yang bisa melindungi kita dari bahaya, kecuali Allah Azza wa Jalla. Tak ada pula yang bisa menahan turunnya rahmat kepada kita, apabila Allah telah menghendaki untuk memberikan kepada kita. Allah Ta’ala berfirman,

إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ

“Jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?. Katakanlah, ‘Cukuplah Allah bagiku’. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.”

(QS. Az-Zumar: 38)

Demikian pula, Allah Azza wa Jalla telah berfirman,

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِن بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

(QS. Fathir: 2)

Andaikan seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini berkumpul, untuk memberikan suatu kemanfaatan kepada manusia, hal itu tidak akan pernah bisa terlaksana apabila tidak dikehendaki oleh Allah Azza wa Jalla kejadiannya. Sebagaimana andaikan seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini berkumpul, untuk memberikan suatu kemudharatan kepada manusia, hal itu tidak akan pernah bisa terlaksana apabila tidak Allah Azza wa Jalla kehendaki. Nabi Muhammad saw bersabda,

وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَىْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَىْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَىْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَىْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ » ، وفي الحديث «كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ» ، وفي الحديث «إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ، فَقَالَ لَهُ: اكْتُبْ. قَالَ: رَبِّ وَمَاذَا أَكْتُبُ؟ قَالَ: اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَة

”Ketahuilah seandainya seluruh manusia berkumpul untuk memberikan suatu manfaat pada dirimu, niscaya mereka tidak akan mampu memberikannya kecuali sekadar manfaat yang telah ditetapkan Allah bagimu. Demikian pula seandainya seluruh manusia berkumpul untuk menimpakan suatu mudharat, niscaya mereka tidak akan mampu menimpakannya kecuali sekadar mudharat yang telah ditetapkan Allah atas dirimu. Pena catatan telah terangkat dan lembaran-lembaran takdir telah mengering.”

(HR. At-Tirmidzi)

Sudah sangat jelas ayat-ayat dan hadits-hadits pengingat, maka kewajiban manusia beriman adalah berlindung kepada Allah Azza wa Jalla, karena tidak ada yang bisa melindungki kita kecuali hanya Allah Azza wa Jalla semata. Semua manusia di muka bumi ini lemah, termasuk alat-alat dan sarana ciptaan manusia, tak ada yang bisa melindungi manusia. Hanya Allah Azza wa Jalla yang bisa memberikan perlindungan terbaik,

وَمَن يَعْتَصِم بِاللّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

“Barangsiapa yang berlindung kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”

(QS. Al Imran: 101)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *