PERTOLONGAN ALLAH AMAT DEKAT

Kadangkala karena terbiasa dengan kenikmatan dunia membuat kita tidak siap menghadapi berbagai ujian dan kesabaran pun menjadi pendek. Padahal tidak boleh berkhayal bisa masuk surga sementara kita ingin selalu menikmati dunia. Allah Azza wa Jalla berfirman, أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم ۖ مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ…

MEMAKNAI KETERBATASAN AKAL

Berkata al-Imam asy-Syafii rahimahullah, كما أن للعين حدا تقف عنده كذلك للعقل حد يقف عنده “Sebagaimana mata memiliki keterbatasan yang ia pasti berhenti padanya, maka akal juga memiliki keterbatasan yang ia harus berhenti padanya.” (Adabus Syafii) Sangat benar apa yang dinyatakan oleh al-Imam asy-Syafii di atas. Masing-masing dari kita telah merasakan keterbatasan mata kita. Bagaimana…

BELAJAR MEMAHAMI IRADAH-NYA

Imam Al-Muzani rahimahullah berkata, لاَ يَمْلِكُوْنَ لِأَنْفُسِهِمْ مِنَ الطَّاعَةِ نَفْعًا وَلاَ يَجِدُوْنَ إِلَى صَرْفِ المَعْصِيَةِ عَنْهَا دَفْعًا خَلَقَ الخَلْقَ بِمَشِيْئَتِهِ عَنْ غَيْرِ حَاجَةٍ كَانَتْ بِهِ “Makhluk tidak mempunyai kekuasaan untuk mendapat manfaat dalam berbuat ketaatan, juga tidak mampu untuk menolak hal-hal yang bisa memalingkannya dari maksiat. Allah menciptakan makhluk dengan kehendak-Nya, bukan karena Allah butuh…

BENTUK PENGHAMBAAN DIRI

Penghambaan diri kepada Allah Azza wa Jalla atau _al-‘ubudiyyah_ adalah kedudukan manusia yang paling tinggi di sisi-Nya. Karena dalam kedudukan ini, seorang manusia benar-benar menempatkan dirinya sebagai hamba-Nya yang penuh dengan kekurangan, kelemahan dan ketergantungan kepada Rabb-nya, serta menempatkan dan mengagungkan Allah Azza waJalla sebagai Rabb yang Maha Sempurna, Maha Kaya, Maha Tinggi dan Maha…

DICUKUPKAN PAHALA TANPA BATAS

Kepahitan dan kebahagiaan akan datang dan pergi silih berganti. Itulah kehidupan. Maka bersyukur dan bersabarlah di dalam kehidupan ini, sebab di dunia ini tidak ada kepahitan ataupun kebahagiaan yang bersifat abadi… Siapapun yang mampu menghadapi semuanya dengan penuh kesabaran di dalam keimanan kepada Allah Azza wa Jalla dengan baik, maka dialah yang beruntung di dalam…

JANGAN LUPA JALAN PULANG

Kehidupan dunia sejatinya adalah perjalanan manusia menuju atau kembali kepada Allah Azza wa Jalla asalnya. Namun, manusia sering kali lupa diri dari tujuannya karena tergoda pesona nikmatnya kehidupan dan gemerlapnya dunia… Sadarilah saudaraku, kita di dunia ini adalah musafir dan sedang melakukan perjalanan. Hal ini harus benar-benar kita sadari dan jangan sampai lalai mengingat hal…

KESEMPURNAAN MANUSIA TERLETAK PADA KETIDAKSEMPURNAANNYA

Berusaha keras untuk mencari kesempurnaan hanya akan membuat hati menjadi tidak pernah tenang. Sulit untuk bersyukur, selalu dan selalu merasa kurang. Jika sudah berhasil mencapai yang diinginkan, ia akan terus menuju hal lain agar kepuasannya terpenuhi. Padahal, kesempurnaan bukanlah jawaban jika kita ingin hidup bahagia. Lebih baik terima dan syukuri dengan besar hati semua kekurangan…

MEMANTASKAN DIRI MERAIH SURGA

Hati adalah jendela jiwa, maka kata hati dan bahasa kalbu tidak pernah bisa dibohongi. Semakin berontak kita terhadap kata hati, akan semakin gelisah jiwa kita. Selamilah bahasa hati, niscaya akan kita temukan kedamaian. Karena bahasa hati adalah bahasa kebenaran. Bahasa hati adalah bahasa kearifan. Marilah kita meraih kearifan intelektual dan spiritual dengan mendengar apa kata…

BELAJAR MENJADI PEMA’AF

Allah Azza wa Jalla senantiasa memberikan kita senyum di balik kesedihan. Allah Azza wa Jalla senantiasa memberikan harapan di balik keputus-asaan… Ingatlah, bahwa Allah Azza wa Jalla senantiasa memberikan kelebihan di balik setiap kekurangan dan Allah Azza wa Jalla senantiasa memberikan kekuatan di balik kelemahan… Sesunghuhnya hal yang paling mencemaskan dalam hidup ini adalah apabila…

BELAJAR UNTUK MENGIKHLASKAN

Jangan sekalipun kita bersedih ketika kehilangan sesuatu dan jangan membanggakan diri atas apapun yang berhasil kita raih, Allah Azza wa Jalla berfirman, لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ “Agar engkau tidak bersedih hati terhadap apa yang luput darimu dan jangan pula terlalu berbangga diri terhadap…